Ulumanda Bukan Bagian dari Narasi Manis “Sulbar Malaqbiq”

Ulumanda Bukan Bagian dari Narasi Manis “Sulbar Malaqbiq”
©Aldi Tandeallo

Nalar Politik – Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat asal Ulumanda, Majene, Aldi Tandeallo menyebut tanah kelahirannya bukanlah bagian dari narasi manis “Sulbar Malaqbiq”. Hal tersebut dipertegas mengingat realitas kampungnya jauh dari frasa sebagai daerah sejahtera.

“76 tahun Indonesia merdeka, dan 17 tahun sudah Sulawesi Barat berdiri dengan semboyan ‘Malaqbiq’-nya. Namun nahas, Ulumanda ternyata bukan bagian dalam narasi manis itu, begitu jauh dari kemerdekaan apalagi kemalaqbian dari pemerintah,” tulis Aldi dalam satu postingnya di media sosial hari ini (25/10).

Ketua Umum Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Ulumanda (Sipamanda) itu menjelaskan, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia serta terbentuknya Sulawesi Barat hingga sekarang, akses jalan yang rusak parah tak kunjung jadi perhatian serius dari pemerintah.

“Di sini, kami masih menggunakan tandu sebagai ambulans bagi orang sakit yang mendesak untuk segera mendapatkan pelayanan medis. Komoditas pertanian tak lagi produktif akibat biaya pemasaran yang lebih besar dari harga produk yang membuat petani tercekik dan tidak berdaya. Kami selalu bertaruh nyawa melewati jalan ini ketika ada hal mendesak yang memaksa kami untuk turun gunung,” kisah Aldi.

Matinya kemanusiaan di tubuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun membuatnya harus menyatakan MOSI TIDAK PERCAYA. Para pengurus daerah, menurutnya, hanya tampak berpangku tangan melihat warga ditimbun beragam kesusahan hidup.

“Sudah saatnya rakyat bantu rakyat!” tegas Aldi.

Atas dasar itu pulalah, bersama rekan-rekannya yang lain, Aldi Tandeallo berupaya menggalang dana untuk keperluan pengecoran beberapa titik jalan terparah di Ulumanda. Upaya ini dimulai dari titik sepanjang 60 meter sebagai gelombang pertama gerakan mereka.

“Arus masuk dan keluarnya dana akan kami update secara berkala, termasuk progres dan juga di setiap saat akan kami update total donasi yang terkumpul,” pungkas aktivis yang concern di isu-isu lingkungan dan kerakyatan ini.

*Narahubung: 085240096442 (Aldi Tandeallo); 082113985829 (Muhammad Fajrin); 082248275924 (Muh. Takdir)

*Rekening: BRI 0047-01-011841-53-4 a.n. Asmaul Husna (Bendahara Umum Sipamanda)

Baca juga: