Unggahan Asri Anas Ini yang Bikin Marah Aliansi Gerakan Cinta Guru di Sulbar

Unggahan Asri Anas Ini yang Bikin Marah Aliansi Gerakan Cinta Guru
SS Unggahan FB Asri Anas

Nalar PolitikAliansi Gerakan Cinta Guru tampak marah besar terhadap Ketua DPW PAN Sulbar Asri Anas. Pihaknya mengaku dirugikan karena unggahan Asri Anas di lini masa Facebook-nya terkesan menunggangi aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulbar pada Kamis, 19 Juli 2018.

“Gerakan kami diklaim sepihak. Padahal kami bergerak murni dari hati nurani. Ini bentuk kepedulian kami terhadap guru-guru kami,” terang Ahyar selaku Koordinator Aliansi Gerakan Cinta Guru.

Hal itu dinyatakan tegas dalam konferensi pers yang mereka langsungkan di salah satu warung kopi Mamuju, Sulbar, Jumat (20/7). Sebab, bagi mereka, jika aksi gerakan sosial diseret ke dalam agenda politik praktis, maka sikap publik akan terkesan negatif. Aksi gerakan sosial akan dinilai secara politis pula.

“Tentu akan dilihat secara politis. Sehingga gerakan yang tadinya murni dibangun oleh mahasiswa bersama GTT dan PTT, itu pasti akan dilihat sebagai gerakan politik juga. Itu kalau ada satu oknum politikus yang mengklaim gerakan kami,” lanjut salah satu penggerak aksi lainnya dari GMNI.

Sebelumnya, Asri Anas memang tampil dengan unggahan berlabel sikap PAN terkait nasib guru di Sulbar. Sebagaimana dinyatakan, PAN mengaku mengambil sikap tegas. Pihaknya ikut mendesak Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar untuk menyelesaikan SK honor guru yang tidak terbayarkan selama 7 bulan itu.

“Guru-guru SMK dan SMA rela mengajar demi peningkatan kualitas pendidikan. PAN juga tahu, bisa jadi di antara 3802 itu ada yang hanya sekadar nama yang di-SK-kan, tapi tidak mengabdi serius. Tetapi saya percaya, lebih banyak yang serius,” tulis Asri Anas.

Karena itu, lanjut Asri Anas, dibutuhkan tim terpadu untuk memverifikasi serius validitas data yang ada. Bahkan ia menekankan kepada seluruh anggota Fraksi PAN di DPRD Provinsi Sulbar untuk secara serius turut memperjuangkan persoalan menyangkut pendidikan ini.

“Pemecatan bisa jadi sanksi terbesar. Sebab PAN concern dengan persoalan pendidikan generasi bangsa. Itulah fungsinya partai berjuang untuk kepentingan orang banyak,” tambahnya.

Politisasi Gerakan?

Meski tak ternyatakan jelas bahwa dirinya memang mengklaim aksi yang dilakukan Aliansi Gerakan Cinta Guru, tetapi foto yang diunggahnya dinilai sebagai pembuktian. Bahwa Asri Anas terkesan melakukan politisasi terhadap gerakan yang murni berasal dari rakyat dengan mencomot foto-foto aksi gerakan mereka secara sepihak.

“Kesan dari publik jadi berubah karena unggahan seperti itu. Seolah-olah gerakan kami adalah pesanan. Padahal kan murni gerakan sosial, berdasar keresahan dan kesadaran kami sebagai mahasiswa,” pungkas Hairil Amri yang juga turut dalam konferensi pers Aliansi Gerakan Cinta Guru.

Sosok Ketua Umum Ikama Sulbar Yogyakarta itu pun mengimbau ke Asri Anas untuk menghapus unggahannya. Menurutnya, unggahan itu hanya akan mematikan gerakan mahasiswa, di mana pun.

“Gerakan sosial yang diseret-seret ke agenda politik praktis tidak akan berefek apa-apa bagi tujuan gerakan sendiri. Justru laku yang seperti itu hanya akan mematikan gerakan sosial. Maka kami berharap unggahan itu sebaiknya dihapus saja,” harapnya.

___________________

Artikel Terkait: