Untuk Noy Sahabatku, Emang Boleh Kenangan Manis dan Lucu?

Untuk Noy Sahabatku, Emang Boleh Kenangan Manis dan Lucu?
©Dok. Pribadi

Untuk Noy Sahabatku, Emang Boleh Kenangan Manis dan Lucu?

Pergantian usia bukanlah tentang perayaan ulang tahun
Tapi tentang bagaimana kita memahami
Bahwa hidup ini sebagai sebuah pembelajaran,
Untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik, memiliki makna,
dan bermanfaat bagi diri kita sendiri juga pada yang lainnya
(sesama makhluk hidup juga bumi tempat kita berpijak ini).
Dan yang paling utama adalah
apakah kita masih memprioritaskan kecintaan,
pada dunia ini ataukah Sang Pencipta
yang sering kali kita tak sadar bahwa kita lalai,
aku pun masih perlu belajar banyak, sahabatku,
masih bergelimang dosa yang bagai tabungan,
menumpuk setiap waktunya bagai bukit yang menjulang,
yang mungkin hanya bisa dikikis dengan kesadaran penuh
untuk lebih dekat dengan Allah,
dengan memperbaiki diri serta menjalankan segala perintah-Nya.
Semoga kita semua diberi kesempatan
untuk menjadi hamba Allah yang seharusnya,
yang sesungguhnya sebelum terlambat.
Semoga Allah memperkenankan doa kita.
Luv ya, sahabatku, always.
Miss you, sahabatku, selalu.

Eleonora VIP, Jogjakarta, 25 Januari 2024.

Chat itu terkirim jam 06.00 di Kamis pagi tepat di hari ulang tahunku yang menjelang setengah abad (he he lebay!). Pengirimnya adalah Eleonora VIP yang akrab kusapa dengan Nora atau Noy. Noy adalah sahabatku ketika aku dulu pernah kuliah di D2 PPKP UNY Jogjakarta. Mungkin karena dulu sekelas di jurusan Bina Wisata Bahasa Jepang atau karena sama-sama cocok, aku jadi dekat dengan Noy.

Noy pintar berbahasa Jepang, ia suka membantu aku belajar bahasa Jepang yang membuat aku suka jungkir balik gara-gara Hirakana, Katakana, dan Kanji. Noy juga tulus banget berteman denganku yang suka nyontek tugas bahasa Jepangnya. Ia teman yang baik. Saking baiknya, aku juga sering ngetem di kostnya.

Kost Noy dekat dengan kampus. Ketika ke kampus, ia hanya melewati dua lorong kecil untuk sampai ke kampus. Aku yang kostnya hampir sekilo meter sendiri dari kampus suka menghabiskan waktu di sana ketika ada jadwal kuliah yang punya jam kosong atau menunggu jam kuliah lagi. Kost Noy asyik banget, ia punya banyak fasilitas keren untuk dinikmati oleh anak kost. Ia memiliki banyak barang-barang elektronik dari Jepang karena ayahnya bekerja di sana.

Ada radio besar dari Jepang. Noy suka mutarin kaset-kaset dari penyanyi ternama semacam Avril Lavigne, M2M, The Corrs, Cold Play, dan lain-lain. Itu yang membuat Noy juga jago berbahasa Inggris. Apalagi ia suka nyanyi sambil main gitar sendiri. Ia memang sangat berbakat. Sampai terkadang, aku melihat sosok Avril dalam dirinya, kadang-kadang ia juga menjadi cewek tomboy ketika nyanyiin lagunya Cold Play.

Atau tiba-tiba Noy adalah Marit Larsen (M2M) yang pintar banget main gitar. Sedangkan, aku bayangin diriku menjadi Marion Raven (M2M) si rambut panjang, Noy dan aku konser padahal aku cuma bisa bersenandung kecil sendiri.

Noy juga punya komputer yang membuatnya suka menulis. Ia juga terhubung dengan dunia luar punya banyak teman dari luar negeri. Ia sering chatingan dengan laki-laki dari India sampai pernah diajak nikah. Aku sering baca hasil pesan-pesan mereka, karena Noy suka ngeprint tulisan dari email yang romantis itu. Ia memang sangat puitis, ia juga suka membuat puisi.

Bukan hanya itu, Noy juga punya kompor listrik dan ia selalu punya mie instan sedus bersama makanan-makanan kaleng lain baik berupa ikan kering, kue-kue kering dan lain sebagainya. Ketika mager di kost Noy yang terletak di lantai dua itu, kami tinggal buat mie dengan aneka varian rasa itu.

Serasa Punya Teman Seleb

Noy itu sangat cantik dan keren namun low profile, ia punya banyak penggemar. Jalan sama Noy di kampus itu serasa jalan dengan artis. Ketika kami jalan berdua di koridor kampus, tiba-tiba saja,ia disapa rombongan cowok-cowok, atau dipanggil-panggil senior. Ia ramah melayani sapaan – sapaan tadi. Aku malah sibuk nyari-nyari idolaku, anak Tehnik yang cool, kali saja kami berpapasan.

Ketika aku pulang ke kost, disana ada, Purwanti atau Anty yang dulu jurusannya berbeda denganku. Ia jurusan Bina Wisata Bahasa Inggris. Noy pun akrab dengan teman kamarku karena Noy suka juga main ke kostku. Saking akrabnya kami bertiga, aku malah merasa seperti grup penyanyi trio AB Three yang selalu kemana-mana bertiga.

Aku sampai membuat nama grupku dengan nama ANRIANO (ANty, RIA, NOra). Anriano ini singkatan dari panggilan nama kami yaitu; Anty, Ria (aku), dan Nora. Pernah dengar nama Anriano tidak? Aku rasa dia adalah salah satu nama tokoh di serial telenovela yang pernah kunonton.

Bukan hanya kuliah pada Senin sampai Sabtu di kampus yang membuat kami sering bareng. Namun, di Minggu pagi kami pun selalu bersama. Kami selalu jalan bareng ke Sunday Morning alias SUNMOR, pasar Minggu di kampus UGM. Bukan untuk belanja, cuci mata saja dengan barang-barang yang dijual murah-meriah, nyari-nyari cowok yang cakep (Ups!), tapi cuma beli Rambak doang.

Tahu kan, kerupuk Rambak alias kerupuk kulit yang berbahan dasar kulit sapi yang diberi bumbu. Itu, oleh-oleh kami ketika sampai di kost-kostan. Aku yang kost di daerah jalan Kaliurang (jakal) itu menjadi lebih semangat dengan kehadiran Noy. Habis Anty yang dari Pati, Jawa Tengah itu orangnya kalem.

Aku yang dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat terkadang ramai dan terkadang pendiam ini membuat kamar kost kadang adem-ayem. Tapi, jika kalau Noy datang kost jadi bersemangat dengan Noy yang suka ngobrol mungkin karena mpok ini berasal dari Jakarta.

Halaman selanjutnya >>>
Zuhriah
Latest posts by Zuhriah (see all)