UU Cipta Kerja Berdampak Positif bagi Kawasan Ekonomi Khusus

UU Cipta Kerja Berdampak Positif bagi Kawasan Ekonomi Khusus
©Jababeka

Nalar Politik – Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja berdampak positif bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Hal tersebut ia sampaikan dalam webinar Alinea Forum bertema “Memacu Investasi Lewat Kawasan Ekonomi Khusus. UU Cipta Kerja, menurutnya, menjadi satu strategi menumbuhkan KEK, mengingat baru ada 15 KEK dengan 11 beroperasi dan 4 masih dalam tahap pembangunan.

Dalam prinsipnya, UU Cipta Kerja memudahkan investor untuk memperoleh perizinan dan nonperizinan. Bahkan, administrator Kawasan Ekonomi Khusus dapat melaksanakan pelayanan mandiri kepabeanan dan tidak memerlukan lagi izin usaha kawasan industri.

UU Cipta Kerja juga memberikan insentif dan kemudahan di KEK, di antaranya pengembangan sistem elektronik terintegrasi secara nasional, pemberian fasilitas tidak dipungut PPN dan PPnBM untuk jasa kena pajak dan barang kena pajak tidak berwujud.

Menariknya lagi, Kawasan Ekonomi Khusus nonindustri dapat melakukan impor barang konsumsi. Selain itu, Pemerintah Daerah wajib memberikan dukungan, termasuk insentif daerah. Dewan Nasional dapat pula menetapkan tambahan fasilitas dan kemudahan lain.

Dengan demikian, akan ada peningkatan ekspor dan substitusi impor, percepatan terwujudnya industri 4.0, pengembangan wilayah yang belum berkembang, percepatan pengembangan sektor jasa/tersier, serta perbaikan neraca perdagangan.

“Sesuai dengan arah pengembangan 2020 – 2025,” kata Susiwijono.

Pemerintah sendiri telah membuat proyeksi kalau keberadaan UU Cipta Kerja dapat meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Pemerintah optimis ini dapat segera tercapai.

“Target investasi setelah ada UU Cipta Kerja pada tahun 2025 akan mencapai Rp708,250 triliun dengan penciptaan 672.173 tenaga kerja. Jika tidak ada UU Cipta Kerja, komitmen investasi pada tahun 2025 hanya Rp246,642 triliun dengan penciptaan lapangan kerja hanya 43.278 orang.” [an]