UU Cipta Kerja Bikin Indeks Harga Saham Menguat, Investor Optimis

UU Cipta Kerja Bikin Indeks Harga Saham Menguat, Investor Optimis
©Pinterest

Nalar Politik – Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai tren penguatan atau bullish sejak November 2020 atau setelah UU Cipta Kerja disahkan.

Melihat indikator dari pasar modal, investor dinilai optimis terhadap pengesahan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Sebenarnya indeks bullish merespons itu (UU Cipta Kerja). Investor optimis,” kata Fendi, Minggu (27/12).

Indikator optimisme investor juga disebut terlihat dari nilai tukar rupiah yang sudah menguat hingga ke level Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat.

“Rupiah juga bagus meski ditolong rendahnya suku bunga dan lemahnya dolar AS karena kebijakan Presiden AS Joe Biden tidak ketat lagi.”

Dilansir Bisnis.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSH) diprediksi akan mencoba menembus level resistance 6.100 pada sesi perdagangan Senin (28/12).

Dijelaskan Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta, IHSG terkoreksi 0,24 persen ke level 6.008,71 pada Rabu (23/12). Berdasarkan rasio fibonacci, level support dan resistance berada di level 5874,89 hingga 6157,11.

“Kendati demikian, terlihat pola long white opening marubozu candle ataupun pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata Nafan, Minggu (27/12).

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi, IHSG menguat terbatas pada sesi Senin (28/12). Secara teknikal, pelemahan jangka pendek memasuki area oversold sehingga ada potensi rebound jangka pendek.

Dennies memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support 1 5.872 dan support 2 5.737, di mana resistance 1 6.123 dan resistance 2 6.239.

Berdasar kondisi tersebut, Binaartha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor untuk perdangangan Senin (28/12), yakni AKRA, ASII, BBRI, BNGA, CPIN, HMSP, TLKM, dan UNTR. Sementara itu, Artha Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham BSDE, dan ADHI, serta rekomendasi buy diberikan untuk saham DMAS. [bi]