UU Cipta Kerja Gairahkan e-Commerce Indonesia

UU Cipta Kerja Gairahkan e-Commerce Indonesia
©Gaya Gaul

Nalar Politik – Kepala Bidang Konten dan Komunikasi Internal Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Vriana Indriasari menilai UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan menggairahkan industri e-commerce di Indonesia.

“Jika UMKM bisa menikmati dampak positif UU ini, tentu akan memberi pengaruh baik juga pada pertumbuhan perdagangan melalui sistem elektronik,” kata Vriana melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/11).

Ia pun berharap peraturan-peraturan turunan UU Cipta Kerja dapat lebih menggairahkan dunia usaha Indonesia, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Tidak bisa dipungkiri jika kehadiran UU Cipta Kerja akan memberikan dampak positif kepada banyak sektor, terutama UMKM.”

Karena itu, bagi Vriana, peraturan-peraturan turunan dari UU Cipta Kerja sangat dibutuhkan agar bisa mengatur lebih detail lagi terkait pelaksanaan beleid ini ke depan.

“Kami masih harus menunggu untuk bisa menyusun strategi penerapannya di industri e-commerce. Jadi, implikasi secara langsung ke bisnis e-commerce, saat ini, belum bisa dipastikan.”

Jika berkaca dari data Bank Indonesia, di mana transaksi e-commerce pada 2020 meningkat sampai 25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp205,5 triliun di lokapasar (marketplace), binis e-commerce ini diyakini bakal tetap tumbuh pesat pada 2021, didorong oleh bergesernya pola belanja konsumen selama pandemi.

Sementara itu, migrafsi ke kanal daring pun diperkirakan bakal banyak dilakukan di sektor UMKM.

“Kehadiran UU Cipta Kerja akan berdampak positif.” [an]