UU Cipta Kerja Jawaban Terbaik Majukan Ekonomi

UU Cipta Kerja Jawaban Terbaik Majukan Ekonomi
©BarisanProKerja

Nalar Politik – Niat awal Presiden Jokowi menghapus sejumlah regulasi yang menghambat investasi di Indonesia akhirnya terwujud. Melalui pengesahan UU Cipta Kerja, aturan ini dimungkinkan sebagai jawaban terbaik untuk memajukan ekonomi nasional.

Hal tersebut turut diapresiasi oleh anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuti N Roosdiono. Ia menyampaikan beberapa hal yang menjadikan Omnibus Law sebagai salah satu upaya pemerintah memajukan perekonomian secara efektif.

“Dimulai sejak pidato pertama Joko Widodo pada awal periode kedua sebagai Presiden RI, berulang kali menyatakan akan menghapus banyaknya regulasi yang menghambat investasi di Indonesia,” jelas Tuti.

“Terobosan melalui Omnibus Law UU Cipta Kerja ini penting bagi negara-negara yang butuh industri padat karya. Menjadi harapan besar untuk menuju Indonesia maju dengan tujuan peningkatan investasi, memudahkan penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.

Tuti pun mengimbau rakyat Indonesia agar mendukung penerapan Omnibus Law UU Cipta Kerja ini. Sebab menurutnya, UU Nomor 11 Tahun 2020 tersebut merupakan langkah besar yang dapat memudahkan semua sektor dan bidang melakukan pekerjaannya, yang selama ini banyak terhalang mafia birokrasi.

“Jadi Omnibus Law UU Cipta Kerja ini adalah salah satu solusi terbaik bagi kedua belah pihak, baik pelaku usaha maupun pekerja untuk menyejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlihat dengan penetapan UU ini, rupiah menguat di pasar Asia.”

Meski demikian, Tuti berharap agar pemerintah dan jajarannya terus melakukan sosialisasi terkait penerapan aturan baru ini. Ia mengharakan agar tujuan utamanya bisa tersampaikan langsung kepada seluruh rakyat Indonesia dengan baik.

“Perlu diadakan sosialisasi yang lebih menyebar kepada seluruh lapisan masyarakat, baik mahasiswa maupun buruh, agar tercipta pemahaman yang tidak salah dan lebih mendalam untuk menghindari kesalahpahaman yang sangat merugikan.” [tr]