UU Cipta Kerja, Katalis Positif untuk Kelas Aset Saham

UU Cipta Kerja, Katalis Positif untuk Kelas Aset Saham
©Market Bisnis

Nalar Politik – Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth, Ivan Jaya, menilai UU Cipta Kerja menjadi katalis positif untuk kelas aset saham selain distribusi vaksin Covid-19. Dia yakin, beleid yang disahkan pada Oktober 2020 tersebut dapat mendorong Foreign Direct Investment (FDI) masuk ke Indonesia dan berdampak positif terhadap pasar saham.

Di samping itu, Sovereign Wealth Fund (SWF) yang akan berfokus pada pengembangan infrastruktur di Indonesia pun diperkirakan akan memiliki multiplier effect ke perkembangan ekonomi secara keseluruhan, serta aliran dana asing yang akan masuk kembali ke developing market termasuk Indonesia.

Adapun tingkat suku bunga yang mendekati 0 persen di pasar negara maju (developed market), menurutnya, akan turut mendorong investor untuk mencari aset yang memberikan yield lebih tinggi.

“Dengan adanya katalis positif tersebut (UU Cipta Kerja dan vaksi), kami berharap ekonomi akan turn around di 2021. Dan dalam story recovery, kelas aset saham biasanya akan berlari lebih cepat,” kata Ivan di Jakarta, Selasa (22/12).

Ivan menambahkan, instrumen obligasi pemerintah masih menarik untuk dikoleksi agar investasi tetap terdiversifikasi dengan baik dan mengurangi risiko.

Banyak analis memperkirakan, di tahun 2021, Bank Indonesia (BI) hanya akan melakukan 1-2x pemotongan suku bunga BI. Sedangkan, kinerja obligasi di tahun 2020 ditopang oleh pemotongan BI7DRR 5x dengan total 1,25 persen.

“Pergerakan harga obligasi akan berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga memiliki kecenderungan untuk turun, maka akan berdampak positif untuk harga obligasi. Dengan pemotongan yang lebih terbatas, maka potensi upside tahun depan juga akan lebih terbatas.”

Seperti diketahui, perekonomian nasional mengalami guncangan sepanjang 2020 sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Namun berita mengenai implementasi UU Cipta Kerja dan distribusi vaksin Covid-19 di akhir tahun memunculkan optimisme dan secercah harapan.

“Tahun 2021 akan menjadi tahun pemulihan yang ditunggu oleh banyak investor. Jadi, stay invested dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan.” [re]