Vaksinasi Game Changer, UU Cipta Kerja Key Driver

Vaksinasi Game Changer, UU Cipta Kerja Key Driver
©Kumparan

Nalar Politik – Vaksinasi dan UU Cipta Kerja merupakan dua dari sekian banyak strategi pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia mengatakan pemulihan ekonomi nasional didasari strategi keberpihakan program pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Program vaksinasi adalah game changer, sementara yang menjadi key driver pendorong ekonomi adalah implementasi dari UU Cipta Kerja,” kata Menperin Agus (30/12).

Selain itu, jajarannya juga sedang menyiapkan aturan turunan dari UU Cipta Kerja yang ditarget selesai pada akhir Februari 2021. Ia menjelaskan, keberadaan UU Cipta Kerja menjadi karpet merah untuk meningkatkan investasi baru di Indonesia karena memangkas aturan birokrasi yang selama ini menjadi kendala.

Dengan demikian, target investasi khususnya di sektor industri manufaktur bisa tercapai sebesar Rp323,56 triliun pada 2021. Angka ini naik dari target 2020 sebesar Rp265,28 triliun, di mana sektor primadona bagi investor masih dari makanan dan minuman, logam dasar, otomotif, dan elektronik.

“Penanaman modal di sektor industri selama sembilan bulan tahun ini sudah naik 37 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya di tahun 2019 Rp147,3 triliun.”

Di samping itu, Menperin Agus juga mengingatkan peluang lain untuk perdagangan internasional, seperti perjanjian RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), CEPA Australia, CEPA Indonesia-Korea, serta fasilitas GSP (Generalized System of Preference) akan ditingkatkan menjadi LTA (Limited Trade Agreement) untuk makin mendorong kinerja ekspor.

Strategi lainnya adalah melanjutkan program komite Percepatan Ekonomi Nasional 2021, dukungan kebijakan pemberdayaan UMKM, penyusunan daftar prioritas investasi, serta pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

“Strategi pengungkit lainnya adalah program ketahanan pangan pengembangan kawasan industri mandatory B30, program padat karya, dan tentu program pengembangan ekonomi digital.”