Walau Berbeda Pendapat, PSI Tetap Usung Kebebasan untuk Dandhy

Walau Berbeda Pendapat, PSI Tetap Usung Kebebasan untuk Dandhy
©Andy Budiman

Nalar Politik – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghendaki kebebasan berpendapat tiap warga negara harus dijamin. Seperti dalam kasus Dandhy Dwi Laksono, meski mengaku berbeda pendapat dalam banyak hal, pihaknya tetap mengecam penangkapan aktivis yang getol menyuarakan hak-hak warga Papua ini.

Hal tersebut dinyatakan tegas oleh Juru Bicara DPP PSI Andy Budiman. Melalui petisi Selamatkan Kebebasan Berpendapat: Bebaskan Dandhy Dwi Laksono, ia mengingatkan bahwa kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat adalah sumber kemajuan, bukan sebuah ancaman.

“Penangkapan aktivis Dandhy Dwi Laksono oleh aparat kepolisian adalah sebuah langkah keliru: bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan merupakan sebuah ancaman nyata bagi kebebasan berpendapat di negeri ini,” tulis Andy pada petisi yang kini sudah mendapat dukungan 20 ribu lebih.

Atas dasar itulah Polri diminta untuk segera membebaskan Dandhy dari segala tuduhan hukum.

“Kita boleh saja berbeda pendapat yang tajam dalam politik. Tapi penyelesaiannya harus lewat cara yang beradab: lewat perdebatan, adu gagasan dan argumentasi.”

Bahwa tidak boleh ada orang dipenjara, tegas Andy, hanya karena perbedaan politik belaka.

“Ini bukan sekadar soal Dandhy Dwi Laksono. Ini adalah soal menyelamatkan warisan terpenting reformasi, yakni kebebasan berpendapat.” [ch]

Baca juga: